Menapak Jejak Penciptaan
Oleh : Hudjolly
Judul Buku : The Divine Messege Of The DNA
Tuhan dalam Gen Kita
Penulis : Kazuo Murakami P.hd
Penerbit : Mizan Pustaka Utama, Maret 2007
Dimensi Buku : 200 Halaman (Hard Cover)
Kazuo Murakami adalah seorang ilmuwan yang berhasil memenangkan hadiah penghargaan dari Max Planck Research award di tahun 1990. Tidak hanya itu, 6 tahun kemudian ia menyabet Japan Academy Prize, keduanya untuk bidang yang sama genetika. Penelaahan gen menjadi sains baru yang perkembangannya menjadi banyak pembicaraan jurnal ilmiah populer. Namun apa yang berhasil dilacak dalam jejak gen, sebuah rantai protein dan sel sederhana yang menjadi awal mula kehidupan membuktikan fakta teori penciptaan, sekaligus meruntuhkan konsep evolusi.
Pun, di dalam gen jauh sebelum mahkluk manusia berujud, bentuk kondisi fisik kita sudah direncanakan, tentang tekanan darah, tentang detak jantung, tentang segala macam pernak-pernik jasad fisik, warna kulit, kualitas suara, bentuk rambut, sampai bentuk kuku di ujung jari manusia, sudah dicetak di sana. Ia menjadi blue print bagi pembangunan unit tubuh manusia. Itulah keajaiban gen. Lalu apa hubungan gen dengan DNA.
DNA (deoxyribonucleic Acid) terlindung dengan baiknya di dalam nukleus (inti sel) yang berada di pusat sel. Jika diingat bahwa sel-sel manusia–terhitung lebih dari 100 miliar–memiliki diameter rata-rata 10 mikron (satu mikron adalah 10-6 m.), kecil sekali bukan ? ia adalah awal dari semua informasi, jika satu potong informasi yang ada di dalam gen manusia dibaca setiap detik, tanpa henti, sepanjang waktu, akan dibutuhkan 100 tahun sebelum proses selesai. Jika kita bayangkan bahwa informasi di dalam DNA dijadikan bentuk buku, lalu buku-buku ini ditumpuk, maka tingginya akan mencapai 70 meter.
Molekul yang menakjubkan ini merupakan bukti nyata dari kesempurnaan dan sifat luar biasa dari seni penciptaan oleh Allah. Begitu luar biasanya sehingga suatu cabang sains khusus dibuat untuk mendalami rahasia molekul ini, yang masih banyak tersembunyi. Nama cabang sains ini adalah “Genetika”.
The Divine Messege banyak membedah tentang DNA, termasuk kode-kode rahasia yang ada di dalam gen. Dr Reona Ezaki peraih nobel sains dari Universitas Tsukuba, Jepang memberikan komentar kuat dan dukungan pada apa yang sedang dikerjakan oleh penulis buku ini. Demikian juga Dr Hisoteru Mistsuba profesor emeritus dari Universitas Kyoto turut memberikan aplaus yang tinggi pada hasil kontemplasi Dr Kazuo.
Apa yang dicapai oleh Dr Akzuo adalah mempertemukan sains dan kajian agama, sehingga Dalai Lama pun terkesima pada paparan yang diutarakan Dr Kazuo. Di Jepang sendiri 200.000 kopi buku ini habis terserap, ini menandakan respon teramat kuat dari kalangan terpelajar di sana. Di Indonesia, dimana banyak ditemukan ruang dialog agama dan sains, mungkin kehadiran paparan Dr Kazuo bisa meninjau ulang paham materialisme yang sudah kadung mengakar kuat di belantara pengetahuan dan institusi pendidikan tinggi kita.
Dan semakin kita berpikir positif, positive thingking maka kerja dari DNA kita juga semakin baik, memberikan banyak daya hidup. Lalu apa efeknya di masyarakat luas ? DNA, yang terbangun dari susunan sejumlah tertentu atom-atom yang tak berkesadaran, dan enzim-enzim, yang bekerja secara harmonis, mampu menyelesaikan banyak pekerjaan dan mengorganisir operasi yang rumit dan bermacam-macam di dalam sel secara sempurna dan lengkap. Berarti disana ada ‘kearifan’. Sementara ‘kearifan’ tidak berada di dalam molekul-molekul ini atau di dalam sel yang memuatnya, tetapi pada ‘Diri’ yang telah mencipta molekul-molekul ini, dengan memprogram mereka untuk berfungsi sedemikian.
Maka kenalilah diri anda sedalam mungkin, mulai dengan menaklukan kepentingan diri sendiri. Dengan demikian masyarakat nan ‘santun’ dapat terbentuk, kita adalah gen yang harsunya ‘tunduk’ pada satu perintah, berkelompok menjadi society. “Peran pikiran dalam membentuk lingkungan personal kita didemonstrasikan dengan amat meyakinkan, sangat menginspirasi dan memiliki dasar ilmiah yang kuat, karya ini menerangi masa sekarang yang penuh tantangan” Joyce W Hawkes P.hd, pakar biofisika. Semoga berguna -d
Minggu, 05 Agustus 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar